Skip to main content

Posts

Featured

Maafkan Aku Tuhan dan Hadiah kan SurgaMu, untuk Kedua Orang Tuaku.

Di jarak sekian ratus miles ini, aku berulang kali merayakan aku. Pada sebuah lintasan yang kunamai dia hidup, didalam nya perjuangan bagaikan rumah yang beralaskan tikar-tikar airmata, berdinding kebahagian semu, beratap ratap, berjendela tralis pembungkaman. Aku pada diriku, 27 tahun berlalu, membangun sebuah jembatan yang bahkan bahan-bahan nya bukan yang aku mau. Melainkan sekarung penuh berisi keterpaksaan atas mimpi-mimpi yang bahkan tidak pernah aku tulis dan rencanakan. Peluk untuk ku, terasa seperti bukan aku. 27 tahun berlalu, kesibukan yang merantai kaki dan jerat nya yang memangkas arah tujuku.  Pada sebuah Dunia yang Tuhan titipkan, dari tangan 2 orang yang aku yakini bahwa hati nya dipenuhi kasih sayang. Aku tak memeluk diriku sebagai aku, melainkan sebagai anak yang harus menamatkan semua list keinginan yang Orang Tua nya sudah rancang. Tanpa ada kesempatan menjadi aku, tanpa ada belas kasihan pada mimpiku. Setiap kali kala hujan datang, aku sering bertanya "Mama, k...

Latest posts

I wish, there will never be "Once we were us" between me and you.

Untuk Pasanganku

Nos Bras Lâches

July and Its Ties

1 Bulan, Bertumbuh.

2025, Have mercy on me God.

2023 and as it soon.

Terus Jadilah - Bagian Dari Setiap Ceritaku.

Pandora Dari Langit

A Diary of Sacred Maiden