Biarkan Aku Paham, Tuhan.

Selamat Malam untukmu yang kelak akan membaca tulisan seorang anak gadis yang berantakan ini.


Mengingat tentang betapa panjangnya perjalanan yang selama ini telah kulalui dalam nikmat kebahagian hingga airmata penderitaan. Rasanya lucu, menghayati berbagai macam alasan yang terkandung serta pesan-pesan petang yang menjadi reinkarnasi harapan dikala sang senja datang, mengusik segala khayalan yang telah membawaku pada dunia lain yang jauh lebih luas. Aku menikmati segala bentuk waktu yang telah Tuhan berikan. Menyertainya perlahan dalam setiap doa yang selalu kupanjatkan. Aku berdiam diri, menghabiskan malam yang penat, belenggu kelam yang menyengat tajam dalam ingatan. Ya, menciptakan sejarah panjang dan memahami esensi yang murni dalam sebuah episode yang kadang meluluhlantahkan Tanah harapan dan Kenangan. Aku tak memahami sebenar-benarya apa yang Tuhan ingin sampaikan. Menghabiskan kelu rindu yang dibalut temaram bulan dan bintang, langit yang bersahaja selalu saja kunegoisasikan, angin yang tak bersalah selalu kuperdebatkan. Entah dalam sebuah mesin ketik masa depan, hingga berakhir dalam sebuah kotak pertanyaan yang selalu saja terbuka lebar dan dipenuhi sajak-sajak tanda tanya dari legalitas takdir yang membungkam semesta dalam alam ketenangan.


Tuhan, bila aku benar-benar tak memahami pesan yang kau sampaikan.
Biarkan, hentikan sejenak langkahku tuk membuka mata lebih luas.
Memahami segala hal dengan kerendah hatian beralas kepercayaan.
Biarkan mata ini terpejam dalam pemandian sinar rembulan.
Biarkan alam ini, sibuk memuji keindahan ilmu dunia selaras dengan kenuranian.
Dalam balutan iman dan keperkasaan Kuasa-Mu yang membebaskan setiap tawanan.

Jangan biarkan aku kalah, melucuti pecundang yang kelak akan menghancurkan mimpi-mimpi dan harapan. Bila kelak kandas akal pikiran, tetap rangkul aku dan senantiasa disisiku. Ingatkan aku, bahwa ada Engkau yang maha mengetahui segala keputusasaan dan keingintahuanku.
Biarkan Aku Paham, Tuhan. Tentang esensi kehidupan, sajak-sajak dan puisi kelam, hubungan antar manusia dan alam, hingga ikatan antar manusia dan Tuhan.

Biarkan Aku Paham. Pikiran ini kecil, tapi luaskan aku dengan Kehendak-Mu.
Biarkan Aku Paham. Pikiraan ini gelap, tapi terangi aku dengan Ketentuan-Mu.

Comments

Popular Posts