Mengenang Hal Yang Hilang : Sahabatku, aku kehilangan hatimu.

Untaian doa dan rasa rindu disetiap sisi kelam malamku, tentangmu. Airmata yang berjatuhan, sejenak ingin ku rebahkan seonggok tubuh ini, memejamkan mata, menutup luka serta melupakan semua derita. Bayanganmu menggantung pekat dalam ruang ingatanku, suaramu yang kadang membisingkan selalu menggema dalam pendengaranku.

Sahabatku, cepat kiranya waktu berlalu. Ingatanku masih tak bisa lepas dari banyak hal yang telah terjadi diantara kita. Setidaknya hingga kau memutuskan untuk pergi hanya karena 1 masalah yang membuat rasa bencimu teramat besar tersemat dibelakang namaku.

Sahabatku, Aku kehilangan hatimu. Aku tak tau bagaimana bisa aku menemukan semua yang hilang dan meminta mereka semua kembali. tapi biarlah, kesalahanku bukanlah hal utama yang menjadi perhatianmu. Kesalahanku hingga nanti hanya akan menjadi bentuk pembelaanmu atas ketidakadilan yang kau katakan, terbuat atasku.

Sahabatku, aku kehilangan hatimu. Aku kehilangan penghargaan darimu, bukan, semua itu bukan karena aku berniat jahat atau mengkhianatimu. jauh didalam itu, ada rasa benci dan iri yang teramat besar yang selalu kau jadikan sebutan untuk setiap akhir kata dari panggilanmu.

Sahabatku, aku kehilangan hatimu.

Mengenalmu membawaku sadar, bahkan kini aku mempercayai, bahwa tidak ada yang aku perlu sanjung dari sebuah pertemanan yang katanya sejati. Yang sejati hanya seseorang, yang tak pernah menginjak-injak harga diri kita hanya karena merasa, harga dirinya jauh lebih tinggi.

Aku tau, ini bukan lagi soal rasa peduli ataupun cinta dan begitu menyayangi. Rasa iri dan dengki yang tinggi itulah yang akhirnya mencuri hatimu. Rasa itulah yang akhirnya, menyingkirkan dan mengasingkan namaku dibarisan nama-nama sahabatmu.

Terima Kasih, aku mengerti.

Comments

Popular Posts