Terima Kasih untuk Yang Maha Mendatangkan Jodoh
Akan ada saatnya dimana hati, begitu dalam mencintai
seseorang.
Waktu berjalan, doa-doa mulai sibuk bertebaran.
Menjaga setiap langkah orang itu dengan pelan-pelan.
Memudahkan setiap urusan orang itu dengan diam-diam.
Mendamaikan setiap kegusaran hati orang itu dengan
tenang.
Tentunya, selalu ada yang memudahkan langkahmu, entah
bagaimana. Seketika dari jauh sana, ada tangan yang sibuk mendoakanmu, ada mata
dan hati yang sibuk menangis memohon untuk tetap menggenggam hatimu, ada suara
yang terus merintih untuk memohon penjagaan Tuhan atasmu.
Ingatlah, ketika seseorang telah begitu jatuh cinta
padamu, telah begitu sayang dan telah begitu tertumpah seluruh hatinya
kepadamu. Ingatlah, bahwa disaat itu tiada harapan paling besar yang dia selalu
kumandangkan disenandung merdu setiap doa-doanya, tiada harapan yang lebih
besar selain harapan yang dia bangun atas nama Rab-Nya.
Sungguh Cinta adalah suatu Fana yang maha merubah
segalanya. Seketika dia percaya, bahwa Ayat-ayat Tuhan tak pernah berbohong
selama dia berharap atas nama Tuhan, selama itu juga, selalu ada ringan yang
tanpa disengaja menjaga setiap langkah dan pijakmu.
Jikapun disana, kau tak pernah tau bahwa ada seseorang
yang mendoakanmu. Tak apa.
Jikapun disana, kau tak peduli kepada seseorang yang amat
besar mencintamu. Tak apa.
Jikapun disana, tanganmu pada akhirnya menggenggam erat
dia yang bahkan baru satu dua hari kau kenal. Tak apa.
Mendoakanmu adalah tugasku dan mencintaimu akan menjadi
pelajaran terbaik sepanjang hidupku.
Terima Kasih, sediamu menjadi pengisi dalam singkatnya
waktuku bersamamu. Jika dipikir-pikir, bersamamu hampir selama beberapa tahun,
tak masalah, asalkan diriku telah memanfaatkan segala waktu itu dengan baik.
Dan aku berterima kasih, kepada diriku sendiri, yang pada akhirnya telah
menyelesaikan tugas dengan baik untuk menjagamu selama berada disisiku.
Tuhan, kali ini usai tugasku. Kuserahkan dia kepada-Mu.
Jika dia jodohku, dekatkan lah aku dan dia dengan cara yang baik dan rubahlah
hatinya menjadi baik.
Semoga tak ada lagi orang yang dia sakiti dan didalam
permohonan terakhirku, semoga tak ada orang lain yang menyakitinya. Cukuplah
Engkau, Tuhan. Yang Maha menentukan Qadarullah setiap manusia.
Jika adapun cara menjagaku selama ini salah, maka
hukumlah aku dengan caraMu yang paling adil.
Terima Kasih.
- Pesan untuk teman-teman : mencintainya boleh, tapi jangan
terlalu dalam dan jangan juga menjadikan dia prioritas harapan. Allah
menghadiahkan sakit hati, karena Allah Maha Cemburu, Allah berbisik dalam diam
"Untuk apa kau berharap pada dia? Sedangkan yang menggerakkan hatinya saja
adalah Aku. Berharaplah pada tempat yang benar, maka Aku akan senantiasa
menjadi pengabul doa dalam setiap sujud-sujud dan tadahan tangan diakhir kata
Aaamiin mu. "
Terima Kasih Ya Allah sang Maha Mendatangkan Jodoh.
Puisi malam ini berakhir, dengan Alhamdulilah.
-Dhea Habibie (February 1, 2018 )
Comments
Post a Comment