Semoga Senja Mempertemukan Kita Kembali

Semuanya mendadak sepi, kita sudah terputus dimana sang jarak telah membentangkan waktu serta keadaan yang tak lagi dijanjikan akan kembali seperti diawal kita bersama. Mungkin hal terberat adalah melepas genggaman tangan yang kemarin masih kurasa hangat dan terus memegang erat jemari yang tak bertuan ini.



Terima Kasih, atas langkah kaki yang sama yang telah kau pijakkan bersama dengan kaki-kaki pula yang tak bertuan ini. Semoga wangi tubuhmu dalam rentang senja dan pagi hari itu masih mampu kuciumi, semoga angin masih bersedia menerbangkannya dari pulau-pulau tertinggal itu dan mengirimnya padaku.

Aku tak punya pilihan selain menerima dan melepaskanmu kembali, karena sejatinya kita para pribadi, masing-masing telah memiliki tujuan dan harapan sendiri untuk kembali pulang dan menjejaki lagi hal-hal yang terkenang yang kini mulai menjadi pembicaraan kelam dirantau sang perinduan.

Semoga, seluruh mimpi dan doa-doa yang kita terbangkan ditengah hamparan lautan dan sejuk gemulai sang lembayung hari mampu terdengar hingga kedasar dan menembus hingga kepuncak-puncak langit. Waktu yang telah terlewatkan hingga sederet kenangan yang telah kita ciptakan, aku hanya akan membisikan pada Tuhan bahwa, "Berikanlah sekali lagi kesempatan itu padaku, aku ingin mengulangnya, bersamamu, kembali. Menjejaki lagi setiap inci desir pasir pantai dan menikmati sekumpulan bintang bersama sang angin malam"

Terima kasih atas kesedianmu menemaniku dalam berproses dan menjadikan ku sebuah kebanggan yang teramat hina tuk disematkan. Aku bersyukur, karena Tuhan telah mengenalkan ku, padamu.

-From Popongan Till Sabakatang
Thank you from my deep heart.

Comments

Popular Posts